Solo Adventure Ke Gunung Bromo 1

The Amazing Bromo & Batok

Melakukan sebuah petualangan sendirian adalah merupakan salah satu keinginan yang sudah lama, hingga pada tanggal 16 April 2015 saya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Surabaya. Dari Serang – Banten, pagi – pagi sekali saya sudah meluncur ke bandara Soekarno Hatta, syukur alhamdulillah jadwal keberangkatan Batik Air dari Jakarta menuju Surabaya tidak mengalami delay, sehingga tepat jam 11:20 saya sudah mendarat di bandara Juanda, Surabaya.

Surabaya, kota pahlawan, dimana saya dilahirkan… meninggalkan kepenatan dan rutinitas bekerja di kota Serang, Banten, begitu menginjakkan kami di Surabaya, serasa ringan… semua beban fikiran sirna, yang ada dibenak saya saat itu adalah harus secepatnya sampai di rumah orang tua, secepatnya ingin bertemu dengan Ibu dan Bapak dirumah, ingin memeluk mereka berdua dan merasakan sebagai seorang anak lagi… ya, walau sudah tua begini, tetapi jika bertemu dengan orang tua, maka kita pun akan langsung berubah jadi seorang anak dihadapan mereka :)

Satu hari saya menginap dirumah orang tua sekedar melepas kangen, pagi – pagi sekali tanggal 18 April 2015 saya sudah melesat menuju terminal Bis Bungurasih, sesampai di terminal, tidak buang waktu saya langsung melompat ke salah satu Bis dengan tujuan kota Malang. Tepat jam 6:30 Bis yang saya tumpangi sudah masuk ke kota Malang, saya turun di pertigaan jalan yang akan menuju ke Batu (dekat pabrik rokok Bentoel), dari situ saya pindah angkutan menuju ke Tumpang, dari sinilah perjalanan “Solo Adventure Ke Gunung Bromo” saya mulai. Setelah call sana sini, akhirnya saya mendapatkan nomor mas Agus, pemilik rental KLX di daerah Tumpang, nama rental nya : “Dynamic Adventure“.

Jalur/track off road dari daerah Tumpang ke gunung Bromo sangat banyak, dan dengan banyak pertimbangan, terutama safety dan kelancaran perjalanan, saya memilih jalur “Jarak Ijo” untuk mencapai padang pasir gunung Bromo. Perjalanan di track jarak ijo sangat mengesankan bagi saya, kanan kiri pemandangan pegunungan nan hijau, sawah ladang masyarakat tengger yang hijau dan terlihat tertata rapih, ditambah cuaca yang berpihak kepada saya, benar – benar tidak terlupakan, pemandangan seperti itu tidak bisa saya temui di daerah Banten, tempat tinggal saya saat ini. Track/jalur jarak ijo sangat bervariasi, dari jalan makadam, jalanan desa, jalan setapak, jalan jelek didalam hutan, naikan & turunan tidak extreme, cenderung menyenangkan :)

Saat – saat yang saya tunggu pun datang, kuda besi kawasaki KLX yang saya sewa menginjakkan rodanya di kawasan pasir gunung Bromo… ciaaaooo…. meleset kanan – kiri, dengan berusaha kuat memegang steer, pada akhirnya di padang pasir Bromo saya harus merasakan terbanting oleh motor sebanyak dua kali hehehe…. asyik….

Setelah sampai di kaki gunung Bromo, saya mengambil kesempatan untuk rehat sejenak, minum teh hangat dan makan nasi pecel pemberian mas Agus (pemilik Dynamic Adventure). Saat itu sudah menunjukkan jam 12:30 sehingga segera saya lanjutkan perjalanan berpetualang melahap track/jalur “Batengan” untuk menuju ke puncak B29 untuk kemudian terus naik ke Puncak Lembu B30. Jalur Bantengan benar – benar asoy…. jalur ada di bibir jurang dan sebagian masuk ke tengah pegunungan, single track, harus hati – hati dengan kendaraan dari depan yang tidak terlihat karena belokkan atau pun karena terhalang rimbunya pepohonan.

Berikut foto – foto yang sempat saya abadikan….

Share This:


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Solo Adventure Ke Gunung Bromo