Dyno Test CrossX 250 SE

Test_Ride_Viar_Cross_X_250SE

Mengintip Tim Motor Plus ketika menguji muntahan torsi dan power Cross X 250SE. Untuk motor trail, biasanya yang ditonjolkan adalah torsi. Enggak musti power yang gede, pasalnya untuk menaklukan medan ekstrim, torsi lebih berperan. Nah, mengukur torsi, Cross X 250SE digas ke workshop-nya R9 Store Premium Part yang ada di Jl. Sukarjo Wiryopranoto No.95, Sawah Besar, Jakarta Barat.
Test_Ride_Viar_Cross_X_250SE

Lumayan kaget juga setelah lihat hasil dyno-nya. Dengan mesin Dynojet 250i, Cross X 250SE bisa memuntahkan 16,18 Nm/7.200 rpm. Lebih kecil dibanding spek pabrikan yang mengukurnya lewat kruk as, yakni 23 Nm/7.000 rpm. Kalo ini secara on wheel lewat roda belakang. Jadi, banyak daya yang terbuang. Tuh, kan torsi Viar Cross X 250 SE setara trail 250 cc Jepang.
Belum lagi, ban nya model pacul. Saat ban ketemu drum dyno dan digas, banyak putaran yang miss, karena permukaan si kulit bundar enggak rata seperti ban aspal. Beda lagi kalau sudah ketemu tanah, tentu cengkraman ban lebih maksimal dan daya bisa ditransfer sempurna.
Torsi segitu terukur di roda, lumayan powerfull, hampir setara dengan motor trail 250 cc bikinan Jepang yang sudah dijual di Indonesia. Dilihat dari spek, teknologi mesin yang diusung Viar Cross X 250SE sangat beda dengan Viar model trail lainnya.
“Mesinnya satu silindernya, dikawal single overhead camshaft (SOHC) dengan empat klep. Lalu, diameter pistonnya 77 mm dan stroke 53,6 mm. Bukan hanya itu, engine-nya didinginkan oleh dua radiator,” jelas Heru Sugiantoro, selaku manager R&D VMI. Hmm.. Cukuplah untuk motor special engine yang dijual Rp 35 jutaan (off the road).

Share This:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *