Mensos Berikan Bantuan PKH Nontunai Di Jatim

program-keluarga-harapan_edit.jpg

Menteri Sosial Republik Indonesia Kofifah Indar Parawansa memberikan bantuan kepada masyarakat pada program keluarga harapan (PKH) secara nontunai untuk meringangkan beban rumah tangga sangat miskin di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

“Program ini dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban rumah tangga sangat miskin dan jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan,” katanya saat penyerahan bantuan sosial program keluarga harapan secara nontunai di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu.

Ia mengatakan, dengan adanya bantuan nontunai tersebut pihaknya bekerjasama dengan Bank BTN dan juga dengan PT. POS Indonesia untuk membantu warga masyarakat penerima bantuan tersebut.

“Para penerima ini mendapatkan buku tabungan dan dana yang dibantu tersebut ditransfer kepada rekening masing-masing warga,” katanya.

Ia mengemukakan, tabungan tersebut tidak hanya untuk mengambil dana bantuan saja tetapi juga bisa digunakan untuk menabung jika penerima bantuan ini mendapatkan rejeki.

“Tabungan tersebut bisa digunakan untuk menabung dan mudah-mudahan bisa digunakan untuk pergi haji,” katanya.

Ia mengemukakan, selama ini penerima PKH dari Kementerian Sosial adalah perempuan karena yang bisa hamil dan punya bayi adalah perempuan.

“Kami juga meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada kami kalau ada tindakan nakal seperti pemotongan bantuan tersebut. Nah dengan adanya bantuan nontunai ini diharapkan mampu meminimalisir hal tersebut,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sangat menyambut baik adanya program ini karena bisa membantu masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

“Sambut baik penyerahan bantuan tunai tahapan kedua 2016 ini diberikan kepada 350 keluarga sangat miskin yang ada di Sidoarjo ini,” katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya program ini diharapkan mampu memancing warga yang kurang mampu untuk mandiri sehingga kedepan tidak ada lagi penerima bantuan kemiskinan karena masyarakat Sidoarjo sudah sejahtera

“Penerimaan di Sidoarjo saat ini sebanyak 9.930 keluarga yang tersebar di 18 kecamatan dan 353 Desa atau Kelurahan yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Pihaknya juga sangat mendukung program bantuan secara nontunai ini sehingga pemanfaatan tak sesuai peruntukannya warga masyarakat masing-masing.

“Hal ini untuk memutus rantai kemiskinan supaya warga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo bisa lebih sejahtera lagi,” katanya.


#dari antara

Share This:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *